Tak akan ada lagi “gadis payung” di ajang Formula 1

Oleh

tanggal

Merek dagang Formula 1 memutuskan untuk meniadakan “gadis payung” di dalam ajang-ajang balap mereka.

Gadis payung merupakan salah satu hal yang meemeriahkan atmosfer ajang Formula 1 sejak lama. Banyak yang menganggap kehadiran mereka adalah bagian dari tradisi, namun ada pula yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sisa-sisa chauvinisme kaum lelaki.

“Meski keberadaan gadis-gadis itu telah menjadi ciri Formula 1 Grand Prix untuk berdekade-dekade, kami merasa kebiasaan ini tidak selaras dengan nilai-nilai dalam perusahaan kami, dan jelas akan terlihat aneh jika kita mengkaitkannya dengan norma sosial modern. Kami tidak percaya bahwa praktik itu pantas ataupun relevan terhadap Formula 1 dan para fans, yang tua maupun muda, dari seluruh dunia,” ujar Sean Bratches, Direktur Pelaksana Formula 1.

Pengadaan perempuan untuk memegang payung dan nomor untuk masing-masing pembalap telah diperdebatkan di berbagai kejuaraan lain. Di Formula E, misalnya, mereka menggunakan anak-anak, satu hal yang menurut Lucas Di Grassi (mantan pembalap Formula 1) adalah solusi terbaik..

The news has already stirred up a lot of banter on the social networks, and Force India have made their own proposal.



SPORTYOU